Sabtu, 28 November 2015

Menemukan hidup dari Al-Qur'an

Saat ini saya tdk menceramahi, saya pribadi bukan seorang yang alim dalam ibadah, hanya berkeinginan bagaimana ibadah itu sampai, tak sekedar menggugurkan wajibnya sholat, puasa ramdhan, zakat fitrah dan ibadah wajib lainnya. Terkadang manusiawi kita lebih menonjol (egois), hal-hal duniawi sering dikedepankan. Padahal ibadah tidak susah untuk menunaikannya.

Iyyakana'budu wa iyyakana'sthoin... mulai dari sini dulu lah, setelah ayat pertama berisi pujian dari surah Al-Fatihah, dipertengahan ada ayat ini. Tunduk (ibadah) dan meminta. Jangan dibalik. Salah satu cara menemukan cinta-Nya.


Lebih dulu "cinta" atau cita

Mulai berfikir, tentang sebab muasal terbentuknya dua kata tersebut, mengerutkan kening, jemari mulai memainkan tuts piano dimeja, bunyi yang tak karuan dan tak bernotasi tentang lagu apapun.
Entahlah, mungkin bisa dimulai dari kata harapan, dari kata harap. Ada "thing" dari kata ini. Ada tujuan yang hendak dicapai, meskipun kita berhayal dari kata ini. Minimal kita semangat untuk menggapainya. Luar biasa yah...hehehe....  menurut kamu bagaimana ?
Ketika kita berjalan, tujuan yang hendak dituju belum pasti sesuai dengan harapan,
ketika disinkronkan , nyatalah harapan adalah penyemangat...patut disyukuri

Apalagi yah....disambung aja lain kali...