Tak terasa ramadhan akan meninggalkan kita, menunggu beberapa hari lagi. Pastinya tak rela melepasnya, meskipun moment banyak tercipta. Mungkin sekedar sia-sia saja yang dilakukan, yah sekedar menjalankan kewajiban, justru kepikiran dengan bulan berikutnya, apakah ramadhan ini sebagai bulan untuk mencuci dosa (kembali fitrah).
Menjaga lisan, lepas dari kesan erotis atau menjadi pribadi alim (riya). Terkesan omong kosong, tapi jika ada sebuah jalan menuju "shirothal mustaqim" pastinya satu cara " taatilah Allah dan Rasulnya".
Jika menjadi jujur sangat mustahil, karena manusia diberikan akal untuk memilih. Tunduk (ibadah) kepada Tuhan, merupakan cara mendapatkan ridhonya. Mudah-mudahan kita termasuk golongan manusia yang sadar akan darimana dan menuju kemana. Saya sepakat dengan kata-kata emha Ainun Nadjib "Syurga itu gak penting, tapi fokuslah pada Tuhan". Jika kita berkhayal tentang syurga, entah seperti apa "Jannah" itu. Bagaimana dengan pencipta dari "Jannah" itu sendiri ? Yuk... fokus !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar