Cukup lama saya mendengar kata integritas, tapi sulit untuk memahami dengan jelas maknanya. Tapi tidak membuat diriku penasaran, tidak penting tapi ini yang terus dibumikan di indonesia.
Yang selama ini, terkadang menjadi boomerang, dalam hal prinsip. Bukan untuk menyombongkan diri tentang sebuah prinsip, menurut saya sebuah pilar kejujuran, jika roboh pilar ini akan merusak sebuah integritas. Saya pernah baca " kue barongko mencirikan sebuah integritas, mulai dari isinya hingga bungkusannya dari pohon yang sama yaitu pisang. Ternyata gampang untuk memaknainya dengan sebuah integritas yah.
Sekian dulu, saya mau lanjutkan makan kue barongkonya...mau ?
Jumat, 18 Desember 2015
Tentang integritas
Jumat, 04 Desember 2015
Berupaya bijak

Keseruan tersendiri mendengar keluhan kawan saya, jawaban satu-satunya yang dapat kuberikan adalah syukuri. Apakah termasuk bijak ?
Bisa saja yang menjawab pernah mengalami, atau berupaya bijak meskipun itu jawaban satu-satunya. Banyak kebuntuan, tapi mengeluh bukan sebuah kebutuhan yang menjadi jawaban. Nilai pembelajaran, pasti tersirat. Karena Allah swt tidak memberikan beban kepada hambanya jika tidak menyanggupi.
Jadi mau jadi orang bijak yang seperti apa dirimu ?
Posted via Blogaway
Sabtu, 28 November 2015
Menemukan hidup dari Al-Qur'an
Saat ini saya tdk menceramahi, saya pribadi bukan seorang yang alim dalam ibadah, hanya berkeinginan bagaimana ibadah itu sampai, tak sekedar menggugurkan wajibnya sholat, puasa ramdhan, zakat fitrah dan ibadah wajib lainnya. Terkadang manusiawi kita lebih menonjol (egois), hal-hal duniawi sering dikedepankan. Padahal ibadah tidak susah untuk menunaikannya.
Iyyakana'budu wa iyyakana'sthoin... mulai dari sini dulu lah, setelah ayat pertama berisi pujian dari surah Al-Fatihah, dipertengahan ada ayat ini. Tunduk (ibadah) dan meminta. Jangan dibalik. Salah satu cara menemukan cinta-Nya.
Lebih dulu "cinta" atau cita
Mulai berfikir, tentang sebab muasal terbentuknya dua kata tersebut, mengerutkan kening, jemari mulai memainkan tuts piano dimeja, bunyi yang tak karuan dan tak bernotasi tentang lagu apapun.
Entahlah, mungkin bisa dimulai dari kata harapan, dari kata harap. Ada "thing" dari kata ini. Ada tujuan yang hendak dicapai, meskipun kita berhayal dari kata ini. Minimal kita semangat untuk menggapainya. Luar biasa yah...hehehe.... menurut kamu bagaimana ?
Ketika kita berjalan, tujuan yang hendak dituju belum pasti sesuai dengan harapan,
ketika disinkronkan , nyatalah harapan adalah penyemangat...patut disyukuri
Apalagi yah....disambung aja lain kali...
Selasa, 14 Juli 2015
Makin dekat dengan dosa
Tak terasa ramadhan akan meninggalkan kita, menunggu beberapa hari lagi. Pastinya tak rela melepasnya, meskipun moment banyak tercipta. Mungkin sekedar sia-sia saja yang dilakukan, yah sekedar menjalankan kewajiban, justru kepikiran dengan bulan berikutnya, apakah ramadhan ini sebagai bulan untuk mencuci dosa (kembali fitrah).
Menjaga lisan, lepas dari kesan erotis atau menjadi pribadi alim (riya). Terkesan omong kosong, tapi jika ada sebuah jalan menuju "shirothal mustaqim" pastinya satu cara " taatilah Allah dan Rasulnya".
Jika menjadi jujur sangat mustahil, karena manusia diberikan akal untuk memilih. Tunduk (ibadah) kepada Tuhan, merupakan cara mendapatkan ridhonya. Mudah-mudahan kita termasuk golongan manusia yang sadar akan darimana dan menuju kemana. Saya sepakat dengan kata-kata emha Ainun Nadjib "Syurga itu gak penting, tapi fokuslah pada Tuhan". Jika kita berkhayal tentang syurga, entah seperti apa "Jannah" itu. Bagaimana dengan pencipta dari "Jannah" itu sendiri ? Yuk... fokus !
Sabtu, 04 Juli 2015
Ramadhan "bulan penuh ampunan"
Diantara 12 bulan dalam penanggalan hijriyah, bulan ramadhan adalah bulan istimewa, umat muslim di dunia berlomba untuk beribadah, meraup pahala sebanyak -banyaknya, mengharap ridho ampunan atas dosa yang telah diperbuat sebelumnya.
Kemuliaan ramadhan menjadi moment tersendiri bagi umat muslim. Inilah nikmat tuhan yang tak bisa didustakan. Meskipun banyak kegiatan yang melelahkan, namun ramadhan menjanjikan pahala bagi yang menjalankannya.
Sebagai salah satu rukun islam, artinya wajib hukumnya bagi umat islam untuk menjalankannya, tapi masih banyak yang lalai. Dengan kata lain untuk menjalankan ibadah puasa harus memiliki "taqwa" dan hal ini masih banyak kaum muslim belum mantap ketakwaannya.
Apakah moment ramadhan ini lebih dekat riya ? Terkadang sebagian orang menampakkan ibadahnya seolah-olah apa yang dilakukannya senantiasa ingin dipuji atau sekedar dikomentari. Bukankah Tuhan maha tahu atas apa yang dilakukan hambanya? Walaupun niat baik yang di inginkan justru sebuah pandangan negatif dari sisi lain yang melihatnya.
Ibadah adalah sebuah wujud rasa syukur, atas rezeki yang telah dianugerahkan kepada kita. Olehnya itu patut kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, kepada Nya tempat meminta, insya Allah.
Mumpung bulan ramadhan, yuk perbanyak ibadah ...bulan berikutnya juga
